FILE SHARING
File sharing adalah aktifitas di mana
para pengguna internet dapat berbagi file dengan pengguna internet
lainnya dengan cara penyedia file terlebih dahulu mengupload file ke
komputer server dan kemudian para pengguna internet yang lainnya dapat
mendownload file tersebut dari komputer server.
Untuk Melakukan Sharing ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya:
1. Jaringan sudah tekoneksi dengan baik
2. Protokol sharing file dan printer sudah terinstall
3. Setting Sharing dengan dengan benar.
Membuat FOLDER SHARING Langkah-langkah sebagai berikut:
- Pilih Drive/Folder/printer yang akan disharing, terus Klik kanan lalu
- Pilih sharing and security
- Pilih pada if you understand….. Click here --->Ini Muncul apabila komputer belum pernah di setting untuk sharing.
- Pilih just enable file sharing -- lalu OK
- Pilih dan tandai check atau centang pada share this folder on the
network…..untuk share name digunakan untuk memberi nama share yang akan
muncul pada network.
- Pilih Apply
- Pilih OK
Folder yang telah disharing muncul dengan icon sbb:
Membuka FOLDER SHARING dari PC Lain
- Klik 2X icon My Network Places
- Setelah pilih View Workgroup and Computers Maka Muncul menu Sbb:
-Pilih Komputer yang akan kita buka misalnya PC-Master
Operasi Folder Sharing:
1. Membuka data dalam Folder sharing
2. Mengcopy data dari Folder Sharing
3. Menghapus data dari Folder Sharing apabila diperlukan.
4. Menyimpan data ke Folder Sharing apabila diperlukan.
5. Menginstal Aplikasi Software dari Folder Sharing.
Thanks to: http://kirtam.blogspot.com/2011/08/pengertian-sharing.html
http://www.isomwebs.net/2012/01/pengertian-file-sharing/
Kamis, 11 Desember 2014
RENDER FARM
Sistem Render Farm
Farm merupakan kumpulan banyak komputer yang membentuk sebuah Cluster
dalam satu jaringan. Konsepnya seperti ini, coba anda bayangkan ada 5 unit
komputer dengan spesifikasi utama menggunakan 6 Core prosesor berkecepatan
3Ghz. Sekarang kita bentuk itu menjadi suatu Farm maka kekuatan Render Farm ini
akan menjadi 6 Core prosesor x 5 unit = 30 Core. Setiap Core prosesor tersebut
berkecepatan 3Ghz, jadi total kecepatan Render Farm tersebut adalah 3Ghz x 30
Core = 90Ghz. Dengan contoh sebuah Render Farm sederhana diatas, dapat kita
bayangkan bagaimana cepatnya sebuah Render Farm sederhana dalam merender gambar
resolusi tinggi atau animasi singkat.
Salah satu cara yang digunakan untuk
mempercepat penyelesaian proses render adalah dengan menggunakan teknik
Parallel komputer dengan menggunakan jaringan clustering. Parallel komputer
merupakan teknik menggabungkan beberapa unit komputer sekaligus untuk
mengerjakan proses yang telah dibagi-bagi secara bersamaan. Ide untuk
menggunakan parallel komputer berawal dari permasalahan waktu proses render
animasi 3D jika menggunakan satu komputer bisa memakan waktu yang cukup lama
dan menghasilkan hanya sebuah hasil frame gambar dari proses rendering animasi
3D, jika sebuah file animasi render yang diproses menggunakan proses parallel
komputer atau dengan konsep jaringan cluster bisa menghasilkan waktu seoptimal
mungkinjika sebuah file animasi render yang diproses menggunakan proses
parallel komputer atau dengan konsep jaringan cluster bisa menghasilkan waktu
seoptimal mungkin dan menghasilkan bagian-bagian frame dari proses rendering.
Artinya setiap bagian-bagian dari proses rendering animasi tersebut diproses di
komputer client dan waku yang dicatat dari proses tersebut disimpan di komputer
master.
Skema Render Farm
Di dalam implementasi dari proses
rendering yang dilakukan oleh seluruh komputer client dapat dihasilkan
masing-masing waktu dari proses hasil frame gambar di komputer master.
Perbedaan hasil dari waktu proses rendering menggunakan single komputer dan
parallel komputer yang dilakukan menghasilkan masing-masing waktu dari hasil
pengambilan frame gambar render. Dari hasil waktu tersebut bisa dibuat selisih
waktu yang dihasilkan dari waktu rendering dari kedua metode single komputer
dan paralel komputer.
Contoh Cluster Komputer
Penerapan Teknologi RENDER FARM
Pada
kesempatan kali ini saya akan membahas teknologi yang baru pada era perfilman saat
ini, terutama perfilman animasi studio grafis, dikarenakan era film
saat ini banyak memunculkan adegan adegan fiksi maka dibutuhkan bantuan
komputer untuk mengolah grafis seperti CGI dalam pembuatan objek objek
fiksional ,namun didalam pengolahan grafis tidak semudah ketika anda
menonton film, dibalik hebatnya aksi aksi para aktor terdapat beberapa
objek hasil dari visualisasi komputer dimana objek tersebut diselipkan
pada beberapa frame adegan, bahkan mata awam pun tidak dapat membedakan
mana objek yang nyata dan objek rekaan hasil dari olahan grafis
komputer.
Teknologi ini adalah RENDER FARM,Render Farm atau Peternakan
Render adalah suatu kumpulan komputer (Computer Cluster) yang dibangun untuk
mempercepat rendering suatu animasi atau image yang biasanya digunakan untuk
keperluan pembuatan film dan visual-visual efek untuk siaran TV.
Sebagai
contoh didalam film Madagascar: Escape 2 Africa, jika merender keseluruhan film dengan menggunakan 1 unit
komputer dengan spesifikasi terbaru akan memakan waktu sekitar 3.500
tahun, dengan contoh lain untuk berbagai film yang mengadopsi berbagai
objek virtual tanpa menggunakan teknologi render farm waktu
render yaitu mencapai 40 juta jam untuk Monsters vs Aliens, 140 juta jam
untuk Transformers 2, dan 6,6 juta jam untuk Revenge of the Sith.
wow, jumlah yang sangat membuat orang terkagum bukan? apalagi dalam
beberapa frame resolusi IMAX diperlukan
untuk Devastator, tokoh dalam Transformers 2: Revenge of the Fallen,
mengambil
hingga 72 jam per frame. Bagaimana sebuah film dibuat hanya untuk
merendernya
diperlukan puluhan juta jam. Dimana hanya menghasilkan setidaknya 30 -
120menit
film.
Devastator pada film Madagascar: escape 2 africa
Dengan digunakan
teknologi Render Farm hanya butuh beberapa tahun saja termasuk proses
pembuatannya. Begitulah hebatnya
teknologi Render Farm. Render Farm memang
hanya bisa dibuat oleh Rumah Produksi Raksasa seperti Pixar, Imax dan lainnya.
Sementara untuk studio kecil, biasanya memiliki 'render farms' yang dibuat
sendiri, tentunya dengan spesifikasi yang jauh lebih kecil. Biasanya render
farm untuk studio kecil terdiri dari sekitar 14 komputer.
thanks to: http://radityoviarno.blogspot.com/2013/05/renderfarm.html
http:/www.google.com
Minggu, 30 November 2014
lirik lagu Senja Untuk Putri
SENJA UNTUK PUTRI
Biarlah Sendiri Hentikan Cerita Ini
Semua Yang Tlah Menghilang, Hilangkan Mimpiku
Lelah Berdiri Coba Tuk Bohongi Hati
Kau Akhiri Derita . . . Tuk Pergi
Biarlah Sendiri Hentikan Cerita Ini
Semua Yang tlah Menghilang . . .
Bersamamu Hentikan Waktu Bangunkan Dunia
Mimpiku Mimpimu Kenanglah Slamanya
Habiskan Malam Terus Terjaga Mengharapkan Cinta
Ingatlah . . . Ingatlah . . . Karna Senja Untuk Putri
"Senja Untuk Putri" adalah track ke 5 dari band yang bernama VERST dengan masing-masing anggota bernama Sahrul ( drum ), Duwi ( rhytm ), Wanto ( vokal ), Tony ( melody ), Yusuf ( bass ). Lagu ini menceritakan seseorang yang berusaha menerima kenyataan dan mulai melepas semua kenangan akan masa lalu bersama kekasihnya. seperti senja yang mengakhiri cerahnya hari dan mulai berganti malam.
penasaran dengan lagunya?? kamu bisa download Disini
Biarlah Sendiri Hentikan Cerita Ini
Semua Yang Tlah Menghilang, Hilangkan Mimpiku
Lelah Berdiri Coba Tuk Bohongi Hati
Kau Akhiri Derita . . . Tuk Pergi
Biarlah Sendiri Hentikan Cerita Ini
Semua Yang tlah Menghilang . . .
Bersamamu Hentikan Waktu Bangunkan Dunia
Mimpiku Mimpimu Kenanglah Slamanya
Habiskan Malam Terus Terjaga Mengharapkan Cinta
Ingatlah . . . Ingatlah . . . Karna Senja Untuk Putri
"Senja Untuk Putri" adalah track ke 5 dari band yang bernama VERST dengan masing-masing anggota bernama Sahrul ( drum ), Duwi ( rhytm ), Wanto ( vokal ), Tony ( melody ), Yusuf ( bass ). Lagu ini menceritakan seseorang yang berusaha menerima kenyataan dan mulai melepas semua kenangan akan masa lalu bersama kekasihnya. seperti senja yang mengakhiri cerahnya hari dan mulai berganti malam.
penasaran dengan lagunya?? kamu bisa download Disini
Sabtu, 15 November 2014
memori optik
Definisi Optical Memory
Optical memory atau optical disk
merupakan perangkat keras penyimpan data yang terbuat dari bahan-bahan
optik, seperti dari resin (polycarbonate) dan dilapisi permukaan yang
sangat reflektif seperti alumunium. Contoh : CD dan DVD.
Teknologi optik yang digunakan adalah penggunaan laser untuk menulis dan mengambil data.
Memori (atau lebih tepat disebut memori fisik) merupakan
istilah generik yang merujuk pada media penyimpanan data sementara pada komputer.
Setiap program dan data yang sedang diproses oleh prosesor
akan disimpan di dalam memori fisik. Data yang disimpan dalam memori fisik
bersifat sementara, karena data yang disimpan di dalamnya akan tersimpan selama
komputer tersebut masih dialiri daya (dengan kata lain, komputer itu masih
hidup). Ketika komputer itu direset atau dimatikan, data yang disimpan dalam
memori fisik akan hilang. Oleh karena itulah, sebelum mematikan komputer, semua
data yang belum disimpan ke dalam media penyimpanan permanen (umumnya berbasis disk,
semacam hard disk atau floppy disk), sehingga data tersebut dapat
dibuka kembali di lain kesempatan. Memori fisik umumnya diimplementasikan dalam
bentuk Random Access Memory (RAM), yang bersifat dinamis (DRAM). Mengapa disebut Random
Access, adalah karena akses terhadap lokasi-lokasi di dalamnya dapat
dilakukan secara acak (random), bukan secara berurutan (sekuensial). Meskipun
demikian, kata random access dalam RAM ini sering menjadi salah kaprah.
Sebagai contoh, memori yang hanya dapat dibaca (ROM), juga
dapat diakses secara random, tetapi ia dibedakan dengan RAM karena ROM dapat
menyimpan data tanpa kebutuhan daya dan tidak dapat ditulisi sewaktu-waktu.
Selain itu, hard disk
yang juga merupakan salah satu media penyimpanan juga dapat diakses secara
acak, tapi ia tidak digolongkan ke dalam Random Access Memory.
Penggunaan
memori
Komponen utama dalam sistem komputer
adalah Arithmetic and Logic Unit (ALU), Control Circuitry, Storage
Space dan piranti Input/Output. Tanpa memori, komputer hanya
berfungsi sebagai piranti pemroses sinyal digital saja, contohnya kalkulator
atau media player. Kemampuan memori untuk menyimpan data, instruksi dan
informasi-lah yang membuat komputer dapat disebut sebagai komputer multi-fungsi
(general-purpose). Komputer merupakan piranti digital, maka informasi
disajikan dengan sistem bilangan biner (binary). Teks, angka, gambar,
suara dan video dikonversikan menjadi sekumpulan bilangan biner (binary
digit atau disingkat bit). Sekumpulan bilangan biner dikenal dengan istilah
BYTE, dimana : 1 bita = 8 bit
1 bit = 1 karakter
1 kilobita = 1024 bita
bps = bir per second 1 kbps = 1000
bps 1 mbps = 1.000.000 bps
Semakin besar ukuran memorinya maka
semakin banyak pula informasi yang dapat disimpan di dalam komputer (media
penyimpanan).
Jenis-jenis
memori
Beberapa jenis memori yang banyak
digunakan adalah sebagai berikut:
- Register prosesor
- RAM atau Random Access Memory
- Cache Memory (SRAM) (Static RAM)
- Memori fisik (DRAM) (Dynamic RAM)
- Perangkat penyimpanan berbasis disk magnetis
- Perangkat penyimpanan berbasis disk optik
- Memori yang hanya dapat dibaca atau ROM (Read Only Memory)
- Flash Memory
- Punched Card (kuno)
- CD atau Compact Disk
- DVD
Pembagian
memori
Dalam pembicaraan mengenai
arsitektur komputer seperti arsitektur von Neumann, misalnya,
kapasitas dan kecepatan memori dibedakan dengan menggunakan hierarki
memori. Hierarki ini disusun dari jenis memori yang paling cepat
hingga yang paling lambat; disusun dari yang paling kecil kapasitasnya hingga
paling besar kapasitasnya; dan diurutkan dari harga tiap bit memori-nya mulai dari
yang paling tinggi (mahal) hingga yang paling rendah (murah).
Thanks to : http://damrayania2.wordpress.com/2013/10/29/memori-optik/
http://id.wikipedia.org/wiki/Memori_%28komputer%29
RAID
PENGENALAN RAID
KONSEP DASAR
Ada beberapa konsep kunci di dalam RAID: mirroring (penyalinan data ke lebih dari satu buah hard disk), striping (pemecahan data ke beberapa hard disk) dan juga koreksi kesalahan, di mana redundansi data disimpan untuk mengizinkan kesalahan dan masalah untuk dapat dideteksi dan mungkin dikoreksi (lebih umum disebut sebagai teknik fault tolerance/toleransi kesalahan).
Level-level RAID yang berbeda tersebut menggunakan salah satu atau beberapa teknik yang disebutkan di atas, tergantung dari kebutuhan sistem. Tujuan utama penggunaan RAID adalah untuk meningkatkan keandalan/reliabilitas yang sangat penting untuk melindungi informasi yang sangat kritis untuk beberapa lahan bisnis, seperti halnya basis data, atau bahkan meningkatkan kinerja, yang sangat penting untuk beberapa pekerjaan, seperti halnya untuk menyajikan video on demand ke banyak penonton secara sekaligus.
Konfigurasi RAID yang berbeda-beda akan memiliki pengaruh yang berbeda pula pada keandalan dan juga kinerja. Masalah yang mungkin terjadi saat menggunakan banyak disk adalah salah satunya akan mengalami kesalahan, tapi dengan menggunakan teknik pengecekan kesalahan, sistem komputer secara keseluruhan dibuat lebih andal dengan melakukan reparasi terhadap kesalahan tersebut dan akhirnya "selamat" dari kerusakan yang fatal.
Teknik mirroring dapat meningkatkan proses pembacaan data mengingat sebuah sistem yang menggunakannya mampu membaca data dari dua disk atau lebih, tapi saat untuk menulis kinerjanya akan lebih buruk, karena memang data yang sama akan dituliskan pada beberapa hard disk yang tergabung ke dalam larik tersebut. Teknik striping, bisa meningkatkan performa, yang mengizinkan sekumpulan data dibaca dari beberapa hard disk secara sekaligus pada satu waktu, akan tetapi bila satu hard disk mengalami kegagalan, maka keseluruhan hard disk akan mengalami inkonsistensi. Teknik pengecekan kesalahan juga pada umumnya akan menurunkan kinerja sistem, karena data harus dibaca dari beberapa tempat dan juga harus dibandingkan dengan checksum yang ada. Maka, desain sistem RAID harus mempertimbangkan kebutuhan sistem secara keseluruhan, sehingga perencanaan dan pengetahuan yang baik dari seorang administrator jaringan sangatlah dibutuhkan. Larik-larik RAID modern umumnya menyediakan fasilitas bagi para penggunanya untuk memilih konfigurasi yang diinginkan dan tentunya sesuai dengan kebutuhan.
Beberapa sistem RAID dapat didesain untuk terus berjalan, meskipun terjadi kegagalan. Beberapa hard disk yang mengalami kegagalan tersebut dapat diganti saat sistem menyala (hot-swap) dan data dapat diperbaiki secara otomatis. Sistem lainnya mungkin mengharuskan shutdown ketika data sedang diperbaiki. Karenanya, RAID sering digunakan dalam sistem-sistem yang harus selalu on-line, yang selalu tersedia (highly available), dengan waktu down-time yang, sebisa mungkin, hanya beberapa saat saja.
Pada umumnya, RAID diimplementasikan di dalam komputer server, tapi bisa juga digunakan di dalam workstation. Penggunaan di dalam workstation umumnya digunakan dalam komputer yang digunakan untuk melakukan beberapa pekerjaan seperti melakukan penyuntingan video/audio.
RAID, singkatan dari Redundant Array of Independent Disks merujuk kepada sebuah teknologi di dalam penyimpanan data komputer yang digunakan untuk mengimplementasikan fitur toleransi kesalahan pada media penyimpanan komputer (utamanya adalah hard disk) dengan menggunakan cara redundansi (penumpukan) data, baik itu dengan menggunakan perangkat lunak, maupun unit perangkat keras RAID terpisah. Kata "RAID" juga memiliki beberapa singkatan Redundant Array of Inexpensive Disks, Redundant Array of Independent Drives, dan juga Redundant Array of Inexpensive Drives. Teknologi ini membagi atau mereplikasi data ke dalam beberapa hard disk terpisah. RAID didesain untuk meningkatkan keandalan data dan/atau meningkatkan kinerja I/O dari hard disk.
Sejak pertama kali diperkenalkan, RAID dibagi ke dalam beberapa skema, yang disebut dengan "RAID Level". Pada awalnya, ada lima buah RAID level yang pertama kali dikonsepkan, tetapi seiring dengan waktu, level-level tersebut berevolusi, yakni dengan menggabungkan beberapa level yang berbeda dan juga mengimplementasikan beberapa level proprietary yang tidak menjadi standar RAID.
RAID menggabungkan beberapa hard disk fisik ke dalam sebuah unit logis penyimpanan, dengan menggunakan perangkat lunak atau perangkat keras khusus. Solusi perangkat keras umumnya didesain untuk mendukung penggunaan beberapa hard disk secara sekaligus, dan sistem operasi tidak perlu mengetahui bagaimana cara kerja skema RAID tersebut. Sementara itu, solusi perangkat lunak umumnya diimplementasikan di dalam level sistem operasi, dan tentu saja menjadikan beberapa hard disk menjadi sebuah kesatuan logis yang digunakan untuk melakukan penyimpanan.
Sejarah
Pada tahun 1978, Norman Ken Ouchi dari International Business Machines (IBM) dianugerahi paten Amerika Serikat, dengan nomor 4092732 dengan judul "System for recovering data stored in failed memory unit." Klaim untuk paten ini menjelaskan mengenai apa yang kemudian dikenal sebagai RAID 5 dengan penulisan stripe secara penuh. Patennya pada tahun 1978 tersebut juga menyebutkan bahwa disk mirroring atau duplexing (yang kini dikenal sebagai RAID 1) dan juga perlindungan dengan paritas khusus yang didedikasikan (yang kini dikenal dengan RAID 4) bisa digunakan, meskipun saat itu belum ada implementasinya.Istilah "RAID" pertama kali didefinisikan oleh David A. Patterson, Garth A. Gibson dan Randy Katz dari University of California, Berkeley, Amerika Serikat pada tahun 1987, 9 tahun berselang setelah paten yang dimiliki oleh Norman Ken Ouchi. Mereka bertiga mempelajari tentang kemungkinan penggunaan dua hard disk atau lebih agar terlihat sebagai sebuah perangat tunggal oleh sistem yang menggunakannya, dan kemudian mereka mempublikasikannya ke dalam bentuk sebuah paper berjudul "A Case for Redundant Arrays of Inexpensive Disks (RAID)" pada bulan Juni 1988 pada saat konferensi SIGMOD. Spesifikasi tersebut menyodorkan beberapa purwarupa RAID level, atau kombinasi dari drive-drive tersebut. Setiap RAID level tersebut secara teoritis memiliki kelebihan dan juga kekurangannya masing-masing. Satu tahun berselang, implementasi RAID pun mulai banyak muncul ke permukaan. Sebagian besar implementasi tersebut memang secara substansial berbeda dengan RAID level yang asli yang dibuat oleh Patterson dan kawan-kawan, tapi implementasi tersebut menggunakan nomor yang sama dengan apa yang ditulis oleh Patterson. Hal ini bisa jadi membingungkan, sebagai contoh salah satu implementasi RAID 5 dapat berbeda dari implementasi RAID 5 yang lainnya. RAID 3 dan RAID 4 juga bisa membingungkan dan sering dipertukarkan, meski pada dasarnya kedua jenis RAID tersebut berbeda.
Thanks to : http://id.wikipedia.org/wiki/RAID
cloud computing
PENGENALAN CLOUD COMPUTING
Komputasi awan (bahasa Inggris:
cloud computing) adalah gabungan pemanfaatan teknologi
komputer ('komputasi') dan pengembangan
berbasis Internet ('awan'). Awan (cloud)
adalah metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di
diagram jaringan komputer. Sebagaimana awan dalam diagram jaringan komputer
tersebut, awan (cloud) dalam Cloud Computing juga merupakan abstraksi
dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya.[1] Ia adalah suatu metoda komputasi
di mana kapabilitas terkait teknologi informasi
disajikan sebagai suatu layanan (as a service), [2] sehingga pengguna dapat
mengaksesnya lewat Internet ("di
dalam awan") [3] tanpa mengetahui apa yang ada
didalamnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur
teknologi yang membantunya.[4] Menurut sebuah makalah tahun 2008
yang dipublikasi IEEE Internet Computing "Cloud Computing adalah
suatu paradigma di mana informasi secara permanen tersimpan di server di internet dan tersimpan secara sementara di
komputer pengguna (client) termasuk di dalamnya adalah desktop, komputer
tablet, notebook, komputer tembok, handheld, sensor-sensor, monitor dan
lain-lain."[5]
Komputasi awan adalah suatu konsep
umum yang mencakup SaaS, Web 2.0, dan tren teknologi terbaru lain
yang dikenal luas, dengan tema umum berupa ketergantungan terhadap Internet
untuk memberikan kebutuhan komputasi pengguna. Sebagai contoh, Google Apps menyediakan aplikasi bisnis
umum secara daring yang diakses melalui suatu penjelajah web dengan perangkat lunak dan data yang tersimpan di server. Komputasi awan saat ini merupakan trend
teknologi terbaru, dan contoh bentuk pengembangan dari teknologi Cloud
Computing ini adalah iCloud [6]
Sejarah
Komputasi Awan
Pada tahun 50-an, Cloud Computing
memiliki konsep yang mendasar. Ketika komputer mainframe yang tersedia dalam
skala yang besar dalam dunia pendidikan dan perusahaan dapat diakses melalui
komputer terminal disebut dengan Terminal Statis. Terminal tersebut hanya dapat
digunakan untuk melakukan komunikasi tetapi tidak memiliki kapasitas pemrosesan
internal. Agar penggunaan mainframe yang relatif mahal menjadi efisien maka
mengembangkan akses fisik komputer dari pembagian kinerja CPU. Hal ini dapat
menghilangkan periode tidak aktif pada mainframae, memungkinkan untuk kembali
pada investasi. Hinga pertengahan tahun 70-an dikenal dengan RJE remote proses
Entry Home Job yang berkaitan besar dengan IBM dan DEC Mainframe.
Tahun 60-an, John McCarthy
berpendapat bahwa “Perhitungan suatu hari nanti dapat diatur sebagai utilitas
publik.” Di buku Douglas Parkhill, The Challenge of the Computer Utility
menunjukkan perbandingan idustri listrik dan penggunaan pada listrik di
masyarakat umum dan pemerintahan dalam penyediaan cloud computing. Ketika
Ilmuan Herb Grosch mendalilkan bahwa seluruh dunia akan beroperasi pada
terminal bodah didukung oleh sekitar 15 pusat data yang besar. Karena komputer
ini sangat canggih, banyak perusahaan dan entitas lain menyediakan sendiri
kemampuan komputasi melalui berbagai waktu danbeberapa organisasi, seperti GE
GEISCO, Anak perusahaan IBM Biro Corporation, Tymshare, CSS Nasional, Data
Dial, Bolt, dan Beranek and Newman.
Tahun 90-an, perusahaan
telekomunikasi mulai menawarkan
VPN
layanan jaringan pribadi dengan
kualitas sebanding pelayanannya, tapi dengan biaya yang lebih rendah. Karena
merasa cocok dengan hal tersebut untuk menyeimbangkan penggunaan server, mereka
dapat menggunakan bandwidth jaringan secara keseluruhan. Lalu menggunakan
simbol awan sebagai penunjuk titik demarkasi antara penyedia dan pengguna yang
saling bertanggung jawab. Cloud computing memperluas batas iniuntuk menutup
server serta infrastruktur jaringan.
Sejak Tahun 2000, Amazon sebagai
peran penting dalam semua pengembangan cloud computing dengan memodernisasi
pusat data, seperti jaringan komputer yang menggunakan sesedikit 10% dari
kapasitas mereka pada satu waktu. Setelah menemukan asitektur awan baru,
mengalami peningkatan efisiensi internal sedikit bergerak capat “Tim Dua-Pizza”(Tim
kecil untuk memberi makan dengan dua pizza) dapat menambahkan fitur baru dengan
cepat dan lebih mudah. Kemudian Amazon mulai mengembangkan produk baru sebagai
penyedia cloud computing untuk pelanggan eksternalm dan meluncurkan Amzaon Web
Service (AWS) tahun 2006.
Awal tahun 2008, Eucalypus menjadi
yang pertama open source, AWS API Platform yang kompatibel menyebarkan awan
swasta. Open Nebula ditingkatkan dalam proyek Eropa Reservoir Komisi yang sudah
didanai. Pada tahun yang sama, agar difokuskan pada penyediaan jaminan kualitas
layanan (seperti yang dipersyaratkan oleh aplikasi interaktif real-time) untuk
infrastruktur berbasis cloud dalam rangka IRMOS Eropa Proyek yang didanai
Komisi. Pertengahan 2008, Gartner melihat kesempatan untuk membentuk hubungan
antara konsumen layanan TI, mereka menggunakan layanan TI dan menjualnya. Dan
mengamati bahwa “Organisasi layanan TI yang beralih dari perangkat keras milik
perusahaan dan aset perangkat lunak untuk digunakan layanan berbasis model
sehingga pergeseran diproyeksikan untuk komputasi.....akan menghasilkan
pertumbuhan dramatis dalam produk IT di beberapadaerahdan pengurangan yang
signifikan di daerah lain.”.
Tanggal 1 Maret 2011,IBM mengumumkan
SmartCloud kerangka IBM Smarter Planet untuk mendukung. Di antara berbagai
komponen dasar Smarter Computing, cloud computing adalah bagian yang paling
penting.
Tahun
1960
John
McCarthy, Pakar Komputasi dan kecerdasan buatan dari MIT.
“Suatu hari nanti, komputasi akan
menjadi Infrastruktur publik
seperti halnya listrik dan telepon.”[7] Ini adalah sebuah ide yang
mengawali suatu bentuk komputasi yang kita kenal dengan istilah Komputasi
awan.
Tahun
1995
Larry Ellison, pendiri perusahaan
Oracle. “Network Computing” Ide ini sebenarnya cukup unik dan sedikit menyindir
perusahaan Microsoft pada saat itu. Intinya, kita tidak harus
"menanam" berbagai perangkat lunak kedalam PC pengguna, mulai dari
sistem operasi hingga perangkat lunak lainya. Cukup dengan koneksi dengan
server dimana akan disediakan sebuah environment yang mencakup berbagai
kebutuhan PC pengguna.
Pada era ini juga wacana “Network
Computing” cukup populer. Banyak perusahaan yang menggalang sistem ini contohnya
Sun Mycrosystem dan Novell Netware. Disayangkan kualitas jaringan komputer saat
itu masih belum memadai, penggunapun cenderung memilih PC karena cenderung
lebih cepat.
Akhir
Era -90
Lahir konsep ASP (Application
Service Provider) yang ditandai dengan kemunculan perusahaan pusat pengolahan
data. Ini merupakan sebuah perkembangan pada kualitas jaringan komputer. Akses
untuk pengguna menjadi lebih cepat.
Tahun
2000
Marc Benioff, mantan wakil presiden
perusahaan Oracle. “salesforce.com” ini merupakan sebuah perangkat lunak CRM
dengan basis SaaS (Software as a Service). Tak disangka gebrakan ini mendapat
tanggapan hebat. Sebagai suksesor dari visi Larry Ellison, boss-nya. Dia
memiliki sebuah misi yaitu “The End of Software”.
2005
- Sekarang
Cloud Computing sudah semakin
meningkat popularitasnya, dari mulai penerapan sistem, pengunaan nama, dll.
Amazon.com dengan EC2 (Elastic Computer Cloud); Google dengan Google App.
Engine; IBM dengan Blue Cord Initiative; dsb. Perhelatan cloud computing
meroket sebagaimana berjalanya waktu. Sekarang, sudah banyak sekali pemakaian
sistem komputasi itu, ditambah lagi dengan sudah meningkatnya kualitas jaringan
komputer dan beragamnya gadget yang ada. Contoh dari pengaplikasianya adalah
Evernote, Dropbox, Google Drive, Sky Drive, Youtube, Scribd, dll.
Manfaat
Komputasi Awan
Dari penjelasan tentang cloud computing diatas, ada banyak manfaat
yang bisa kita ambil dari cloud computing, yaitu :
- Skalabilitas, yaitu dengan cloud computing kita bisa menambah kapasitas penyimpanan data kita tanpa harus membeli peralatan tambahan, misalnya hardisk dll. Kita cukup menambah kapasitas yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing.
- Aksesibilitas, yaitu kita bisa mengakses data kapanpun dan dimanapun kita berada, asal kita terkoneksi dengan internet, sehingga memudahkan kita mengakses data disaat yang penting.
- Keamanan, yaitu data kita bisa terjamin keamanan nya oleh penyedia layanan cloud computing, sehingga bagi perusahaan yang berbasis IT, data bisa disimpan secara aman di penyedia cloud computing. Itu juga mengurangi biaya yang diperlukan untuk mengamankan data perusahaan.
- Kreasi, yaitu para user bisa melakukan/mengembangkan kreasi atau project mereka tanpa harus mengirimkan project mereka secara langsung ke perusahaan, tapi user bisa mengirimkan nya lewat penyedia layanan cloud computing.
- Kecemasan, ketika terjadi bencana alam data milik kita tersimpan aman di cloud meskipun hardisk atau gadget kita rusak
Layanan
Komputasi Awan
Infrastructure
as a Service (IaaS)
Infrastructure as a Service adalah
layanan komputasi awan yang menyediakan infrastruktur IT berupa CPU, RAM,
storage, bandwith dan konfigurasi lain. Komponen-komponen tersebut digunakan
untuk membangun komputer virtual. Komputer virtual dapat diinstal sistem
operasi dan aplikasi sesuai kebutuhan. Keuntungan layanan IaaS ini adalah tidak
perlu membeli komputer fisik sehingga lebih menghemat biaya. Konfigurasi
komputer virtual juga bisa diubah sesuai kebutuhan. Misalkan saat storage
hampir penuh, storage bisa ditambah dengan segera. Perusahaan yang menyediakan
IaaS adalah Amazon EC2, TelkomCloud dan BizNetCloud.
Platform
as a Service (PaaS)
Platform as a Service adalah layanan
yang menyediakan computing platform. Biasanya sudah terdapat sistem operasi,
database, web server dan framework aplikasi agar dapat menjalankan aplikasi
yang telah dibuat. Perusahaan yang menyediakan layanan tersebutlah yang
bertanggung jawab dalam pemeliharaan computing platform ini. Keuntungan layanan
PaaS ini bagi pengembang adalah mereka bisa fokus pada aplikasi yang mereka
buat tanpa memikirkan tentang pemeliharaan dari computing platform. Contoh
penyedia layanan PaaS adalah Amazon Web Service dan Windows Azure.
Software
as a Service (SaaS)
Software as a Service adalah layanan
komputasi awan dimana kita bisa langsung menggunakan aplikasi yang telah
disediakan. Penyedia layanan mengelola infrastruktur dan platform yang
menjalankan aplikasi tersebut. Contoh layanan aplikasi email yaitu gmail, yahoo
dan outlook sedangkan contoh aplikasi media sosial adalah twitter,
facebook
dan google+. Keuntungan dari layanan
ini adalah pengguna tidak perlu membeli lisensi untuk mengakses aplikasi
tersebut. Pengguna hanya membutuhkan perangkat klien komputasi awan yang
terhubung ke internet. Ada juga aplikasi yang mengharuskan pengguna untuk
berlangganan agar bisa mengakses aplikasi yaitu Office 365 dan Adobe Creative
Cloud.
Metoda
dan Implementasi Komputasi Awan
Metoda
atau Cara Kerja Komputasi Awan
Berikut merupakan cara kerja
penyimpanan data dan replikasi data pada
pemanfaatan teknologi cloud computing. Dengan Cloud Computing komputer lokal
tidak lagi harus menjalankan pekerjaan komputasi berat untuk menjalankan aplikasi
yang dibutuhkan, tidak perlu menginstal sebuah paket perangkat lunak untuk
setiap komputer, kita hanya melakukan installasi operating system pada satu
aplikasi[8]. Jaringan komputer yang membentuk
awan (internet) menangani mereka sebagai
gantinya. Server ini yang akan menjalankan semuanya
aplikasi mulai dari e-mail, pengolah kata, sampai program analisis data yang
kompleks. Ketika pengguna mengakses awan (internet) untuk sebuah website
populer, banyak hal yang bisa terjadi. Pengguna Internet Protokol (IP) misalnya dapat
digunakan untuk menetapkan dimana pengguna berada (geolocation). Domain Name System
(DNS) jasa kemudian dapat mengarahkan pengguna ke sebuah cluster server yang
dekat dengan pengguna sehingga situs bisa diakses dengan cepat dan dalam bahasa
lokal mereka. Pengguna tidak login ke server, tetapi mereka login ke layanan
mereka menggunakan id sesi atau cookie yang telah
didapatkan yang disimpan dalam browser mereka. Apa yang user lihat pada browser
biasanya datang dari web server.
Webservers menjalankan perangkat lunak dan menyajikan pengguna dengan cara interface yang digunakan untuk mengumpulkan
perintah atau instruksi dari pengguna (klik, mengetik, upload dan lain-lain)
Perintah-perintah ini kemudian diinterpretasikan oleh webservers atau diproses
oleh server aplikasi. Informasi kemudian disimpan pada atau diambil dari
database server atau file server dan pengguna kemudian disajikan dengan halaman
yang telah diperbarui. Data di beberapa server disinkronisasikan di seluruh
dunia untuk akses global cepat dan juga untuk mencegah kehilangan data.[butuh
rujukan]
Web service telah memberikan
mekanisme umum untuk pengiriman layanan, hal ini membuat service-oriented
architecture (SOA) ideal untuk diterapkan. Tujuan dari SOA adalah untuk
mengatasi persyaratan yang bebas digabungkan, berbasis standar, dan
protocol-independent distributed computing. Dalam SOA, sumber daya perangkat
lunak yang dikemas sebagai "layanan," yang terdefinisi dengan baik,
modul mandiri yang menyediakan fungsionalitas bisnis standar dan konteks jasa
lainnya. Kematangan web service telah memungkinkan penciptaan layanan yang kuat
yang dapat diakses berdasarkan permintaan, dengan cara yang seragam.
Implementasi
Komputasi Awan
Ada tiga poin utama yang diperlukan
dalam implementasi cloud computing, yaitu :
- Computer front end
Biasanya merupakan computer desktop
biasa.
- Computer back end
Computer back end dalam skala besar
biasanya berupa server computer yang dilengkapi dengan data center dalam
rak-rak besar. Pada umumnya computer back end harus mempunyai kinerja yang
tinggi, karena harus melayani mungkin hinggga ribuan permintaan data.
- Penghubung antara keduanya
Penghubung keduanya bisa berupa
jaringan LAN atau internet.
Implementasi
Cloud Computing dalam pemerintahan (E-Goverment)
Cloud Computing dalam pemerintahan
(E-Goverment) dapat mendongkrak kinerja khususnya dalam bidang pemerintahan.
E-Goverment dapat membantu para staff di bidang pemerintahan untuk memberikan
pelayanan yang lebih baik ke masyarakat. Pemerintah dalam negara Indonesia
telah menggunakan cloud computing. Contoh pertama yaitu sebagai penyediaan
sumber informasi. Badan Pengkajian Dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah
menyediakan layanan Cloud Computing sebagai layanan jasa alih daya pengelolaan
TIK untuk instansi pemerintah. Layanan ini bertujuan untuk dapat mewujudkan
percepatan e-government,
karena memungkinkan pengguna pemerintah berkonsentrasi dalam memberikan layanan
dan tidak dipusingkan dengan konfigurasi maupun pemeliharan perangkat teknologi
informasi.[butuh
rujukan]
Masalah
yang dihadapi
Dunia komputasi awan merupakan dunia
baru karena tidak semua orang mengetahui teknologi baru tersebut. Karena masih
baru tersebut muncul beberapa masalah dalam pengenalannya ke dunia luar.
Contohnya komputasi awan merupakan sarana penyimpanan data melalui jaringan
internet maka internet wajib bagi pemakai komputasi awan apabila terjadi
masalah dalam internet maka akan menyebabkan komputer tersebut menjadi lambat
karena proses yang terlalu lama. Masalah lain adalah jika suatu perusahaan
menggunakan komputasi awan dalam penyimpanan datanya maka akan sangat
tergantung pada vendor (penyedia layanan komputasi awan) karena perusahaan
tersebut tidak mempunyai server langsung dalam komputasi awan dan juga apabila
vendor mempunyai layanan
backup
yang buruk atau server pada vendor
rusak akan menyebabka kerugian besar pada perusahaan tersebut karena semua data
yang tersimpan pada vendor akan mengalami masalah. Jika ingin menggunakan
komputasi awan juga harus tersedia bandwidth yang besar karena data yang keluar
masuk dalam sebuah akun tidak sedikit, maka dari itu dibutuhkan bandwidth yang
berukuran besar agar mampu menampung data yang ditransfer. Masalah keamanan dan
privasi menjadi masalah baru karena jika kita sudah meletakkan suatu data dalam
internet maka itu bisa dilihat oleh masyarakat luas apabila data tersebut
sangat rahasia maka bisa menyebabkan kefatalan dalam mengelola sesuatu. Selain
itu belum banyak dukungan dari berbagai pihak karena beberapa masalah dalam
komputasi awan. Beberapa masalah yang timbul disebabkan karena masih barunya
teknologi komputasi awan dalam penyimpanan sebuah data dalam internet. Masalah
lain yang dapat timbul selain diatas adalah dengan banyak para peretas yang
muncul dari berbagai dunia dalam meretas internet membuat vendor harus
berhati-hati dalam mengelola sumber daya yang dipakai dalam komputasi awan.
Contoh
Komputasi Awan
Google
Drive
Google Drive adalah layanan penyimpanan Online yang dimiliki Google. Google Drive diluncurkan pada tanggal 24 April
2012. Sebenarnya Google Drive merupakan pengembangan dari Google Docs. Google Drive memberikan
kapasitas penyimpanan sebesar 5GB kepada setiap penggunanya. Kapasitas tersebut
dapat ditambahkan dengan melakukan pembayaran atau pembelian Storage.
Penyimpanan file di Google Drive dapat memudahkan pemilik file dapat mengakses
file tersebut kapanpun dan dimanapun dengan menggunakan komputer desktop, laptop, komputer tablet ataupun smartphone. File tersebut juga dapat dengan
mudah dibagikan dengan orang lain untuk berbagi pakai ataupun melakukan
kolaborasi dalam pengeditan.
Windows
Azure
Windows Azure
adalah sistem operasi yang berbasis komputasi awan, dibuat oleh Microsoft untuk mengembangkan dan mengatur
aplikasi serta melayani sebuah jaringan global dari Microsoft Data Centers.
Windows Azure yang mendukung berbagai macam bahasa dan alat pemograman. Sistem
operasi ini dirilis pada 1 Februari 2010.
Thanks to: http://id.wikipedia.org/wiki/Cloud_computing
Langganan:
Komentar (Atom)









