Definisi Optical Memory
Optical memory atau optical disk
merupakan perangkat keras penyimpan data yang terbuat dari bahan-bahan
optik, seperti dari resin (polycarbonate) dan dilapisi permukaan yang
sangat reflektif seperti alumunium. Contoh : CD dan DVD.
Teknologi optik yang digunakan adalah penggunaan laser untuk menulis dan mengambil data.
Memori (atau lebih tepat disebut memori fisik) merupakan
istilah generik yang merujuk pada media penyimpanan data sementara pada komputer.
Setiap program dan data yang sedang diproses oleh prosesor
akan disimpan di dalam memori fisik. Data yang disimpan dalam memori fisik
bersifat sementara, karena data yang disimpan di dalamnya akan tersimpan selama
komputer tersebut masih dialiri daya (dengan kata lain, komputer itu masih
hidup). Ketika komputer itu direset atau dimatikan, data yang disimpan dalam
memori fisik akan hilang. Oleh karena itulah, sebelum mematikan komputer, semua
data yang belum disimpan ke dalam media penyimpanan permanen (umumnya berbasis disk,
semacam hard disk atau floppy disk), sehingga data tersebut dapat
dibuka kembali di lain kesempatan. Memori fisik umumnya diimplementasikan dalam
bentuk Random Access Memory (RAM), yang bersifat dinamis (DRAM). Mengapa disebut Random
Access, adalah karena akses terhadap lokasi-lokasi di dalamnya dapat
dilakukan secara acak (random), bukan secara berurutan (sekuensial). Meskipun
demikian, kata random access dalam RAM ini sering menjadi salah kaprah.
Sebagai contoh, memori yang hanya dapat dibaca (ROM), juga
dapat diakses secara random, tetapi ia dibedakan dengan RAM karena ROM dapat
menyimpan data tanpa kebutuhan daya dan tidak dapat ditulisi sewaktu-waktu.
Selain itu, hard disk
yang juga merupakan salah satu media penyimpanan juga dapat diakses secara
acak, tapi ia tidak digolongkan ke dalam Random Access Memory.
Penggunaan
memori
Komponen utama dalam sistem komputer
adalah Arithmetic and Logic Unit (ALU), Control Circuitry, Storage
Space dan piranti Input/Output. Tanpa memori, komputer hanya
berfungsi sebagai piranti pemroses sinyal digital saja, contohnya kalkulator
atau media player. Kemampuan memori untuk menyimpan data, instruksi dan
informasi-lah yang membuat komputer dapat disebut sebagai komputer multi-fungsi
(general-purpose). Komputer merupakan piranti digital, maka informasi
disajikan dengan sistem bilangan biner (binary). Teks, angka, gambar,
suara dan video dikonversikan menjadi sekumpulan bilangan biner (binary
digit atau disingkat bit). Sekumpulan bilangan biner dikenal dengan istilah
BYTE, dimana : 1 bita = 8 bit
1 bit = 1 karakter
1 kilobita = 1024 bita
bps = bir per second 1 kbps = 1000
bps 1 mbps = 1.000.000 bps
Semakin besar ukuran memorinya maka
semakin banyak pula informasi yang dapat disimpan di dalam komputer (media
penyimpanan).
Jenis-jenis
memori
Beberapa jenis memori yang banyak
digunakan adalah sebagai berikut:
- Register prosesor
- RAM atau Random Access Memory
- Cache Memory (SRAM) (Static RAM)
- Memori fisik (DRAM) (Dynamic RAM)
- Perangkat penyimpanan berbasis disk magnetis
- Perangkat penyimpanan berbasis disk optik
- Memori yang hanya dapat dibaca atau ROM (Read Only Memory)
- Flash Memory
- Punched Card (kuno)
- CD atau Compact Disk
- DVD
Pembagian
memori
Dalam pembicaraan mengenai
arsitektur komputer seperti arsitektur von Neumann, misalnya,
kapasitas dan kecepatan memori dibedakan dengan menggunakan hierarki
memori. Hierarki ini disusun dari jenis memori yang paling cepat
hingga yang paling lambat; disusun dari yang paling kecil kapasitasnya hingga
paling besar kapasitasnya; dan diurutkan dari harga tiap bit memori-nya mulai dari
yang paling tinggi (mahal) hingga yang paling rendah (murah).
Thanks to : http://damrayania2.wordpress.com/2013/10/29/memori-optik/
http://id.wikipedia.org/wiki/Memori_%28komputer%29
Tidak ada komentar:
Posting Komentar